…ruhen's Blog…

November 18, 2009

…tANda-TaNDa orG yG bErTAqWa…

Filed under: hIdUP — rhn_BTHO @ 11:25 am
Tags:

Assalamu’alaikum warahamtullahi wabarakatuh… :)

Sedikit renungan kepada semua pembaca blog ana. Baru sebentar tadi ana melakukan kerja-kerja ‘update’ sebuah komputer di unit pemasaran tempat ana bekerja. Ketika kerja-kerja dijalankan terasa sangat bosan pula hari ini ditambah pula kesejukan yang teramat sangat. Tak tahulah ana kenapa. Sedang dalam kesejukan itu ternampak pula ana sebuah buku milik personel kepada komputer yang ana sedang baiki tersebut. Buku tersebut bertajuk “111 Wasiat Rasulullah S.A.W. untuk wanita Solehah – Ciri-ciri wanita sebagai calon bidadari Syurga”

Sungguh menarik buku tersebut. Jadi di kesempatan ini ana kongsi wanita yang ke 39 yakni tanda-tanda orang yang bertaqwa.  Sabda Rasulullah S.A.W.:

“Bertaqwalah kepada Allah di mana sahaja kamu berada dan gantikanlah keburukan itu dengan kebaikan, tentu kebaikan itu akan menghapuskannya, dan pergauilah sesama manusia dengan akhlak yang baik.”

Wahai sekalian Muslim, sesungguhnya di antara tanda-tanda orang yang bertaqwa itu ialah:

1. Beriman keapda Allah S.W.T.

2. Beriman keapda para Malaikat.

3. Beriman kepada kitab-kitab Allah.

4. Beriman kepada para Rasul.

5. Beriman kepada hari Akhirat.

6. Beriman kepada Takdir.

7. Mendirikan solat.

8. Menunaikan Zakat.

9. Memberikan harta yang dicintainya kepada kaum kerabatnya.

10. Sabar dalam menghadapi kesempitan hidup.

11. Menepati janji.

12. Benar dalam keimanannya kepada Allah.

13. Mengagungkan syiar agama Allah.

14. Menginfakkan harta dalam keadaan senang dan dalam keadaan susah.

15. Menahan rasa amarah.

16. Memaafkan kesalahan orang lain.

17. Beriman kepada perkara yang ghaib, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Allah dan Rasul-NYA.

Jika semua sifat-sifat ini telah ada dalam hatimu, maka peliharalah ianya, nescaya kamu akan mendapat keberuntungan di dunia dan di akhirat.

Sekadar itu sahaja perkongsian anan untuk semua pembaca blog ana. InsyaAllah di lain kesempatan ana akan nukil yang terbaik untuk dijadikan ikhtibar untuk diri ana dan para pembaca amnya. :)

* Bertambah kuat kepercayaan kepada agama, bertambah tinggi darjatnya di dalam pergaulan hidup, dan bertambah naik tingkahlaku dan akal budinya – Hamka *

* seelok-elok manusia ialah yang KAYA harta dan KAYA budi pekerti ditambah dengan keIMANan dan keTAQWAan kepada-NYA – Ruhen *

Gersang Bumi Tanpa Hujan, Gersang Minda Tanpa Ilmu,
Gersang Hati Tanpa Iman, Gersang Jiwa Tanpa Amal.

…pEtUa & nAsIhAT…

Filed under: hIdUP — rhn_BTHO @ 9:00 am
Tags:

Assalamu’alaikum warahamtullahi wabarakatuh… :)

Di bawah ini ada sedikit petua dan nasihat yang baik diamalkan orang sepasang suami isteri yang menunggu kehadiran orang baru dalam keluarga. Petua dan nasihat ini sangatlah berguna. Sekurang-kurangnya anak yang diamanahkan oleh Allah akan dididik dengan cara yang terkandung dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Semoga berjaya kepada bakal ibu dan bapa.

5 Petua

[1] Larangan memburu, menganiaya, berlaku kasar atau membunuh binatang kepada suami. Amalan ini harus dielakkan kerana dikhuatiri anak yang dikandung isteri akan lahir cacat.
(isteri: lebih-lebih lagi haiwan peliharaan yang dok ada kat umah tu..janganlah dok ketuk kepala depa sebab kononnya geram tenghok dia chomel bangat…)

[2] Amalkan minum air kelapa. Sebaik-baiknya 9 bulan terakhir mengandung, belikan isteri air kelapa pandan atau air kelapa muda untuk membersihkan lendir-lendir masa bersalin kelak.

[3] Larangan kepada isteri agar tidak duduk di akar kayu. Larangan ini dibuat bagi mengelakkan uri tertinggal di dalam rahim.

[4] Larangan melilit towel di sekeliling leher sebelum bertolak untuk mandi. Ini kerana dikhuatiri tali pusat akan melilit leher bayi kelak.

[5] Petua org cina menggalakkan minum air sarang burung sehari sebotol kecil. Amalan ini dipercayai elok untuk kecantikkan kulit dan mata bayi.

5 Nasihat

[1] Tidak perlulah menjalani ujian2 untuk mengesan kecacatan janin. Ini kerana jika benar janin anda cacat, undang2 negara dan hukum islam tidak membenarkan anda menggugurkan kandungan walaupun janin cacat.

[2] Amalkan membaca Al-Quran. Surah2 Maryam, Yusuf dan Lukman harus menjadi pilihan buat anda yang mengandung. Minta suami bacakan sambil pegang perut isteri. Biasanya buat bila baby berusia 7 bulan sebab masa tu sel otak tengah develop. So masa ni baby akan cepat menangkap bunyi dari luar.

* Surah Maryam dibaca untuk memohon kepada Allah swt agar proses bersalin dipermudahkan.

* Surah Yusuf dibaca untuk memohon kepada Allah swt agar anak yang dikandung cantik, jelita, cute-mute, hensem bergaya macam Nabi Yusuf as.

* Surah Lukman dibaca untuk memohon kepada Allah swt agar anak yang dikandung pandai, bijaksana macam Lukman Al-Hakim.

[3] Perdengarkan lagu-lagu muzikal seperti mozart. Lagu2 ni boleh merangsangkan sel2 otak baby supaya lebih pandai.

[4] Elakkan minum minuman berkafein and makan nanas. Kafein boleh merencatkan pembesaran bayi manakala nanas mengandungi bhn kimia yg berbahaya pd bayi. Cuma buah mcm nangka, cempedak tu kalau boleh elakkan sbb berangin.

[5] Elakkan membela kucing. Ini kerana najis kucing boleh memberi risiko kepada bayi.

* Bertambah kuat kepercayaan kepada agama, bertambah tinggi darjatnya di dalam pergaulan hidup, dan bertambah naik tingkahlaku dan akal budinya – Hamka *

* seelok-elok manusia ialah yang KAYA harta dan KAYA budi pekerti ditambah dengan keIMANan dan keTAQWAan kepada-NYA – Ruhen *

Gersang Bumi Tanpa Hujan, Gersang Minda Tanpa Ilmu,
Gersang Hati Tanpa Iman, Gersang Jiwa Tanpa Amal.

November 15, 2009

…5 pERbEZaAN aNtArA ciNtA & NaFSu…

Filed under: hIdUP — rhn_BTHO @ 12:20 pm
Tags:

Assalamu’alaikum warahamtullahi wabarakatuh… :)

Artikel diambil dari email seorang kawan yang telah menghantar kepada ana baru-baru ini. Sekadar ingin berkongsi. Jika ada komen yang membangun dipersilakan.

Ini dia 5 Perbedaan cinta dan nafsu. Cara mudah membedakan cinta dan nafsu agar tidak terkecoh. Sering sekali kita mendengar ada orang bertanya “apa perbedaan antara cinta dan nafsu?”. “Bagaimana membedakan antara cinta dan nafsu?’. atau yang lebih parah “cinta dan nafsu itu sama nggak sih?”
Bagi sebagian orang, mereka mengatakan cinta dan nafsu itu sama saja. Tapi tidak menurut ane. Buat ane pribadi cinta dan nafsu jelas dua hal yang berbeda. Meski perbedaannya sangat tipis, mungkin itu yang membuat orang sering terkecoh, tidak bisa membedakan mana nafsu, mana cinta..?

1. Cinta itu membahagiakan, Nafsu itu membahaykan
Cinta yang sebenarnya selalu menunjukkan jalan atau arah menuju kebahagiaan bagi orang-orang yang menjalaninya. Seorang pecinta yang sudah menemukan dan memahami makna cinta sejati dalam dirinya akan berada pada kondisi yang membahagiakan. Sebaliknya, orang-orang yang terkecoh dengan nafsu dan menganggap nafsu adalah cinta akan berada dalam kondisi yang membahayakan. Kita tidak bisa memungkiri, di mana ada kebaikan, di situlah setan menggoda manusia agar terjerumus ke dalam keburukan.

Cinta dan nafsu seperti dua sisi dari mata uang yang sama. Cinta adalah sisi positif, nafsu adalah sisi negatif dan uang itu adalah hubungan. Seseorang yang mencintai pasangannya dengan sebenar-benarnya cinta akan mengarahkan hubungannya menuju kebahagiaan sejati dengan cara menjaga dan menyayangi pasangannya. Tanpa bermaksud untuk merusak dan menyakiti. Lain halnya dengan orang-orang yang menjalin hubungan dengan landasan nafsu, mereka akan membawa hubungannya kearah kebahagiaan yang semu dan hanya berorientasi pada fisik, dalam hal ini sex. Yang justru akan menjerumuskan mereka ke dalam situasi yang membahayakan.

Coba deh, kita meluangkan waktu untuk berfikir sejenak. Apakah hubungan yang sedang kita jalani dengan pasangan sekarang ini berorientasi pada kebahagiaan sejati atau hanya kebahagiaan duniawi yang semu..?

2. Cinta bikin kita ketawa, Nafsu bikin kita kecewa
Kalau diibaratkan hubungan seperti sawah, maka cinta adalah padi dan nafsu adalah rumput liar. Nah, ketika ketika seseorang menanam padi (cinta) di sawah (hubungan) maka secara otomatis akan tumbuh juga rumput liiar (nafsu). Kalau orang itu sudah mengetahui dan memahami apa itu padi (apa itu cinta), maka dia akan segera memangkas rumput liar itu (nafsu) yang tumbuh di sawahnya (hubungan). Ketika tiba masa panen, orang ini akan menuai hasil sawahnya (hubungan) yang ditanami padi (cinta) itu tadi berupa buah padi (kebahagiaan) . Lain dengan orang-orang yang terkecoh yang menyangka rumput liar (nafsu) sebagai padi (cinta). Mereka akan memelihara rumput liar (nafsu) dan tanaman padinya (cinta) akan mati. Pada saat panen, tentu yang mereka dapat hanyalah sekarung rumput liar (nafsu) yang tidak enak dimakan (kekecewaan) .

Di sinilah kita perlu brtanya kepada hati kita sendiri, apakah hubungan yang kita jalani dengan pasangan sudah bisa membuat kita ketawa atau hanya serangkaian kekecewaan yang kita dapat..? Kalau yang kita dapat hanya kecewa dan kecewa, ada baiknya untuk kita mengkaji ulang, apakah apakah hubungan yang kita jalani berlandaskan cinta atau nafsu..?

3. Cinta selalu ingin memberi, Nafsu hanya ingin diberi
Saya rasa maksud dari poin ketiga ini sudah jelas. Cinta adalah memberi. Ketika seseorang menjalin hubungan atas dasar cinta maka hal pertama yang dilakukannya adalah memberikan yang terbaik kepada pasangannya, bukan ingin diberi. Logikanya, kalau kita dan pasangan sama-sama ingin memberi (kita ingin memberi kepada pasangan dan pasangan ingin memberi kepada kita) secara otomatis keduanya akan menerima. Tapi kalau kita dan pasangannya inginnya diberi (pasangan ingin diberi dan kita juga ingin diberi) lalu siapa yang akan memberi..? Pada akhirnya yang terjadi justru tidak ada yang akan diberi karena tidak ada yang ingin memberi. Coba dipikirkan lagi..!

4. Cinta ingin menyayangi, Nafsu ingin menggerayangi
Hayo…!!!!
Bagaimana cara kamu memperlakukan pasanganmu?
Dan bagaimana cara pasanganmu memperlakukan kamu?
Ini adalah cara termudah untuk membedakan mana cinta, mana nafsu..?

Landasan seseorang dalam menjalin hubungan akan sangat menentukan pada bagaimana cara orang tersebut memperlakukan pasangannya. Orang yang menjalin hubungan dengan landasan cinta akan senantiasa memperlakukan pasangannya dengan cara-cara yang baik. Menjaga, menyayangi, memperhatikan dan selalu memberikan yang terbaik. Sebaliknya orang orang yang menjalin hubungan karena nafsu cenderung memperlakukan pasangan ke arah fisik. Setiap kali bertemu, inginnya menciumi dan diciumi, setiap kali berdua inginnya dipeluk dan memeluk, digerayangi dan menggerayangi, dan yang lebih parah lagi kalau sampai kearah hubungan sex. Waaaah…, bahaya, bahaya…!!!

5. Cinta yang terbaik, Nafsu yang terbalik
Cinta selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik, berusaha memberikan yang terbaik untuk pasangan dan selalu memperlakukan pasangan dengan cara-cara yang baik. Bagaimana dengan nafsu..? Sebaliknya, nafsu

Nah, semoga bahasan diatas bisa memberi kita sedikit gambaran mengenai selalu ingin diberi dan cenderung memperlakukan pasangan ke arah yang menyesatkan. perbedaan antara nafsu dan cinta. Sehingga kita semua tidak terjerumus kedalam hubungan yang penuh nafsu.

* Bertambah kuat kepercayaan kepada agama, bertambah tinggi darjatnya di dalam pergaulan hidup, dan bertambah naik tingkahlaku dan akal budinya – Hamka *

* seelok-elok manusia ialah yang KAYA harta dan KAYA budi pekerti ditambah dengan keIMANan dan keTAQWAan kepada-NYA – Ruhen *

Gersang Bumi Tanpa Hujan, Gersang Minda Tanpa Ilmu,
Gersang Hati Tanpa Iman, Gersang Jiwa Tanpa Amal.

November 9, 2009

…rUkUN-ruKUN NikAH & sYArAT-sYaRAt sAH NikAH…

Filed under: ruMAhtANGga — rhn_BTHO @ 8:21 am
Tags:

Assalamu’alaikum warahamtullahi wabarakatuh… :)

Hukum nikah dgn perempuan yg sedang mengandung anak luar nikah adalah sah (bila cukup rukun dan syarat nikah), sama ada lelaki yg bernikah itu si empunya benih dlm kandungan itu atau lelaki lain.

Rukun-rukun nikah dan syarat-syarat sah nikah.
Rukun Nikah :
1.Calon suami (lelaki)
2.Calon isteri (perempuan)
3.Wali
4.Saksi
5.Ijab dan Kabul (akad)

Syarat-syarat calon suami (lelaki):
1.Bukan muhrim dengan bakal isteri
2.Dengan pilihan sendiri (tidak sah jika dipaksa)
3.Lelaki yang tertentu
4.Mengetahui bahawa perempuan itu boleh dinikahi
5.Bukan dalam ihram haji
6.Tidak beristeri empat

Syarat-syarat calon isteri (perempuan)
1.Bukan muhrim dengan bakal suami
2.Hendaklah bakal isteri itu tertentu
3.Dengan rela hati (bukan dipaksa kecuali anak gadis)
4.Tidak di dalam ihram haji
5.Benar-benar perempuan (tidak khunsa)
6.Bukan isteri orang dan tidak dalam idah

Syarat-syarat wali :
1.Islam
2.Baligh
3.Berakal
4.Merdeka
5.Lelaki
6.Adil
7.Tidak cacat akal
8.Tidak dalam ihram
9.Tidak dari orang-orang yang muflis

Susunan wali :
1.Bapa
2.Datuk lelaki dari pihak bapa perempuan
3.Adik-beradik lelaki seibu dan sebapa
4.Anak saudara lelaki dari adik-beradik seibu sebapa hingga ke bawah
6.Adik-beradik lelaki sebapa
7.Anak saudara lelaki dari adik-beradik lelaki sebapa hingga ke bawah
8.Bapa saudara seibu sebapa hingga ke atas
9.Bapa saudara dari sebelah bapa
10.Anak lelaki dari bapa saudara seibu sebapa (sepupu) hingga ke bawah
11.Anak lelaki dari bapa saudara yang dari pihak bapa (sepupu)
12.Raja (pemerintah)

Syarat-syarat saksi:
1.Islam
2.Baligh
3.Berakal
4.Lelaki
5.Merdeka
6.Adil
7.Boleh melihat (tidak buta)
8.Boleh mendengar (tidak pekak)
9.Mempunyai daya ingatan
10.Memahami bahasa yang digunakan ketika akad
11.Bukan tertentu yang menjadi wali.
(Misalnya, bapa saudara lelaki yang tunggal. Katalah hanya ada seorang bapa saudara yang sepatutnya menjadi wali dalam perkahwinan itu tetapi dia mewakilkan kepada orang lain untuk menjadi wali sedangkan dia hanya menjadi saksi, maka perkahwinan itu tidak sah kerana dia dikira orang tertentu yang sepatutnya menjadi wali.)

Syarat-syarat Ijab dan Kabul
1. Syarat ijab:
i.Hendaklah dengan perkataan nikah atau dengan perkataan yang sama erti dengan terang tepat.
ii.Tidak mengandungi perkataan yang menunjukkan waktu yang terbatas dan tertentu (misalnya nikah kontrak).
iii.Tidak dengan taklik.
iv.Lafaz daripada wali atau wakilnya.
Contoh lafaz ijab: “Aku nikahkan dikau dengan ….. binti …. (pengantin perempuan) dengan mas kahwin sebanyak …… (RM) tunai.”

2. Syarat kabul:
i.Tidak diselangi dengan perkataan lain di antara ijab dan kabul (lafaz akad).
ii.Lafaz kabul (terima) tidak tertaklik.
iii.Tidak mengandungi perkataan yang terbatas waktunya.
iv.Hendaklah disebut nama isteri.
v.Lafaz kabul hendaklah sesuai dengan lafaz ijab.
vi.Hendaklah terang dan nyata, bukan sindiran.
Contoh lafaz kabul: “Aku terima nikahnya si Polan binti si Polan dengan mas kahwin sebanyak sekian-sekian RM tunai.”

Sumber: http://www.myjodoh.net/articles/rukun.asp

* Bertambah kuat kepercayaan kepada agama, bertambah tinggi darjatnya di dalam pergaulan hidup, dan bertambah naik tingkahlaku dan akal budinya – Hamka *

* seelok-elok manusia ialah yang KAYA harta dan KAYA budi pekerti ditambah dengan keIMANan dan keTAQWAan kepada-NYA – Ruhen *

Gersang Bumi Tanpa Hujan, Gersang Minda Tanpa Ilmu,
Gersang Hati Tanpa Iman, Gersang Jiwa Tanpa Amal.

November 7, 2009

…LeLAki LAYu..bEtULkAH??…

Filed under: hIdUP — rhn_BTHO @ 9:28 pm
Tags:

artikel diambil dari seorang penulis di sim group..sekadar ingin berkongsi..

Assalamualaikum Warahmatullahi Ta’ala Wabarakatuh. ..

Segala puji-pujian ke hadrat Allah subhanahu wata’ala, kepada-Nya kita menyembah. Salam serta selawat ke atas junjungan besar kita Nabi Muhammad, Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam, ahli keluarga baginda serta para sahabat baginda yang berjuang menegakkan Islam di muka bumi ini.

Entry ini saya masukkan selepas saya membacanya artikel bertajuk Lelaki Melayu ‘Layu’? di egrup yang saya sertai dan bila saya cari penulis asal, saya dapati artikel dipetik dari blog MazidulAkmal…. promote sikit blog abang Mazidul, hero SlimRiver… :)

Secara peribadi, saya sangat setuju, lelaki Melayu banyak kekurangannya. Antara yang boleh disenaraikan di sini :

  1. kurang bertanggungjawab (tidak memenuhi nafkah zahir dan batin)
  2. kurang pengetahuan ilmu dunia dan akhirat (adeh… macamana nak jadi pemimpin nih?!)
  3. kurang romatik atau gentleman
  4. tidak bersifat penyayang
  5. tidak sabar
  6. kurang pandai melayan/mengambil hati/memujuk pasangan
  7. berlagak pandai (walhal bodoh dan sombong pulak tu)
  8. lebih pandai mengambil kesempatan (take things for granted)
  9. amat sukar meluahkan perasaan kasih (especially pada isteri, tetapi tidak pada temanita/matair)
  10. kurang berpegang teguh pada kata-katanya (cakap tak serupa bikin)
  11. lebih suka mungkir janji (ciri-ciri munafik ni weh!)
  12. gemar berbohong/ngelat/ tipu (ciri-ciri munafik juga)
  13. kurang memberi sokongan pada pasangan
  14. kurang pendengaran/ pemahaman (masuk telinga kiri keluar telinga kanan)
  15. kurang prihatin
  16. lebih cemburu
  17. lebih EGO
  18. panas baran atau tidak mampu menahan marah
  19. cepat kalut
  20. cerewet
  21. tidak jujur
  22. berat ‘pungkok’ a.k.a. takut reput tulang
  23. tidak mempunyai matlamat/fokus hidup
  24. lebih suka membuang masa melepak
  25. lebih suka buang duit beli rokok, aksesori kereta/motor dan lain-lain
  26. tidak kreatif atau bermasalah dalam komunikasi seperti suka berahsia, sukar berkongsi masalah atau sukar dibawa berbincang
  27. tidak tahu menabung atau tiada perancangan kewangan yang kukuh (parah nih!)

Waaahhh… jika lihat senarai, banyak betul kekurangan lelaki Melayu ini, ya! Maka, memang wajarlah kenyataan lelaki Melayu ini, ‘layu’. Hik.. hik.. No hard feeling kepada pembaca lelaki, khususnya lelaki Melayu. Bukan saya yang memulakan subjek ini. Jika ada dalam senarai di atas yang terkena batang hidung sendiri, ambil iktibar dan betulkan sikap kalian. Akuilah hakikat bahawa tiada manusia yang sempurna, tetapi ini tidak bermakna kalian mempunyai tiket unutk terus kenal dalam ketidak-sempurnaan.Ambillah peluang perbetulkan diri, jadikan ia pemangkin bagi kalian mencari titik kesempurnaan semaksimum mungkin. Usahakanlah menaikkan saham lelaki Melayu. Bukankah lelaki Melayu pantang dicabar? Anggaplah check list di atas satu cabaran untuk kalian meng‘up-grade’kan kualiti diri dan berubah menjadi seorang individu yang lebih dihormati.

Nampak sangat seolah-olah saya ni berat sebelah, tapi jangan salah faham. Sebenarnya, setiap individu ditetapkan oleh kebiasaan mereka yang unik dan tidak boleh dipencilkan secara khusus atau dipisah-pisahkan mengikut bangsa atau kewarga-negaraan. Jika sudah perangai seperti syaitan, tidak kira Melayu atau apa bangsa pun, macam itulah perangainya. Jika kita terlalu fokus pada senarai yang negatif tentang lelaki Melayu, tentu kita boleh pandang sebelah mata atau buat-buat tak nampak senarai yang positif tentang mereka pula. Tak bolehlah begitu, kan? Memang tidak kurang hebatnya kaum lelaki berbangsa Melayu, dan kehebatannya terpulang kepada individu yang benar-benar mahu memahami dan mencari kehebatan lelaki Melayu.

Saya amat bersimpati terhadap sebilangan wanita yang memandang rendah terhadap kaum lelaki Melayu sehingga memilih jejaka berbangsa asing sebagai pasangan hidup. Malah, ada yang mencebik, “Aaah, lelaki Melayu, apa yang ada pada mereka?� Amat menyedihkan, apabila wanita Melayu itu akhirnya hampa dengan lelaki asing yang disangkakan lebih baik daripada lelaki Melayu. Namun, amatlah tidak adil jika kita membuat kesimpulan hanya wanita-wanita ini perlu disalahkan kerana tersalah buat pilihan, tetapi kaum lelaki umumnya, tidak kira apa bangsanya, sepatutnya turut dipersalahkan. Masih ramai yang mengahwini lelaki asing dan hidup bahagia, tidak kurang juga yang bernikah dengan lelaki Melayu menemui neraka dunia.

Mengapa masyarakat, khususnya Melayu begitu mudah menunding jari ke arah kaum wanita sahaja apabila terdapat permasalahan dalam rumahtangga? Jika pasangan lelaki tidak melaksanakan tanggungjawab, gagal pula melindungi keluarga dan tidak dapat memberikan kebahagiaan, selalunya si isteri juga yang dipersalahkan kerana dikatakan “dia sendiri yang telah membuat pilihan itu�. Bukankah ini satu sikap negatif dan tidak akan mengubah atau membaiki keadaan sesiapa pun?

Seharusnya, lelaki Melayu (dalam perlembagaan negara, Melayu itu Islam) sebagai ketua keluarga yang mempunyai kedudukan lebih mulia dan tinggi daripada wanita, sepatutnya kaum lelaki lebih peka dalam hal-hal yang membimbing isteri (dan anak-anak) ke arah kebahagiaan. Ini amat jelas dalam firman Allah SWT yang bermaksud, â€œKaum laki-laki itu adalah pemimpin (pelindung) bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.â€� (Surah an-Nisaa’, ayat 34). Perhatikan perkataan yang sengaja saya ‘bold’kan.

Persoalan penting yang patut difokuskan dalam artikel asal ialah, apakah ciri-ciri yang ada pada lelaki Melayu yang seharusnya dijadikan idaman setiap wanita Melayu? Saya percaya, setiap lelaki mengimpikan untuk menjadi suami idaman bagi seorang isteri. Namun, untuk menjadi suami idaman bukanlah semudah yang disangkakan. Seorang suami perlu memenuhi beberapa kriteria untuk melayakkan dia menyandang status suami idaman. Senarai di bawah bukan khusus untuk suami sahaja, malah isteri juga boleh cuba terapkan dalam kehidupan seharian. Boleh juga dibuat panduan untuk mengingatkan pasangan yang tidak berkesempatan membaca entry ini.

Berikut disenaraikan beberapa langkah yang boleh dijadikan panduan. :

  1. Patuhi semua hak Allah SWT, berusahalah mentaati segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
  2. Bersyukur terhadap segala nikmat kurniaan Allah.
  3. Melakukan solat berjemaah di masjid/surau atau bersama keluarga.
  4. Bersedekah kepada fakir miskin, anak-anak yatim dan mereka yang memerlukan.
  5. Menepati setiap janji yang dibuat.
  6. Berusaha menambah ilmu yang ada dan mewujudkan suasana belajar di dalam rumah.
  7. Sentiasa memainkan peranan sebagai suami – ketua keluarga, sahabat, penasihat, kekasih, pendengar, pendidik.
  8. Memanggil isteri dengan panggilan manja yang disukainya.
  9. Memberi hadiah pada hari-hari istimewa buat isteri.
  10. Memahami karenah isteri dan banyak bersabar.
  11. Memahami kehendak dan pengharapan isteri tanpa perlu disebut-sebut oleh isteri (lu pikirlah sendiri…)
  12. Bergurau senda dengan isteri.
  13. Sentiasa berhubung dengan isteri tanpa mengira tempat dan masa.
  14. Mendidik isteri secara berhikmah dan penuh kasih sayang.
  15. Memaafkan isteri dan orang lain setiap malam sebelum tidur.
  16. Mendoakan isteri setiap masa.
  17. Melakukan kerja-kerja rumahtangga bagi membantu meringankan beban isteri, tetapi tidak menjadi suami yang di‘queen-controlled’.
  18. Memandang isteri dengan lemah lembut, senyuman dan kata-kata yang manis.
  19. Sentiasa mengamalkan makan bersama isteri apabila ada kesempatan.
  20. Melakukan riadah bersama isteri dan sekali-sekala mandi bersama.
  21. Sentiasa memberi kata-kata positif sebagai perangsang kepada isteri
  22. Menjauhi perbuatan bertegang leher dengan isteri, sebaliknya mengalahlah bagi perkara yang harus.
  23. Menjadikan al-Quransebagai teman dan mengajak isteri untuk bersama-sama membaca dan menghayati isi kandungan al-Quran
  24. Segala masalah yang brelaku dalam rumahtangga diselesaikan secara bersama.
  25. Mengadu kepada Allah dalam menghadapi masalah, ketakutan dan kesakitan.
  26. Sentiasa mengamalkan solat sunat Dhuha.
  27. Menjauhi perasaan buruk sangka terhadap isteri kerana sangkaan itu satu doa.
  28. Bersangka baik dengan semua ketentuan Tuhan.
  29. Bergaul dengan orang yang baik-baik dan berilmu.
  30. Sentiasa melakukan taubat, istighfar, bersedekah, meminta maaf dan memaafkan orang lain.
  31. Mengawal diri daripada melakukan sebarang dosa. Dosa kecil yang diulang-ulang (berterusan melakukannya) akan manjadi dosa besar. Segera bertaubat apabila melakukan dosa.
  32. Tidak membenarkan kemungkaran berlaku dalam rumahtangga.

Malangnya, hari ini kita dapat lihat, kebanyakkan lelaki Melayu muslim menganggap posisi mereka sebagai satu tuntutan hak, bersikap terlalu ego dan pantang pula ditegur. Kaum lelaki Melayu muslim hendaklah lebih peka dengan sunnah junjungan kita, Rasulullah SAW yang amat lemah-lembut dan lebih romantis. Sebaliknya lelaki asing lebih mendahului dan menerapkan sifat lemah lembut dan romantis Rasulullah SAW dalam melayan pasangan mereka dan inilah yang menarik perhatian wanita Melayu mendampingi mereka. Jika lelaki Melayu muslim benar-benar beriman dan mahu mengikut jejak Rasulullah, sudah pasti wanita Melayu tergila-gilakan lelaki Melayu juga dan sudah tentulah rumahtangga aman bahagia, dapat mengecap kebahagiaan dunia dan akhirat, insya Allah!

Renung-renungkan!

 

* Bertambah kuat kepercayaan kepada agama, bertambah tinggi darjatnya di dalam pergaulan hidup, dan bertambah naik tingkahlaku dan akal budinya – Hamka *

* seelok-elok manusia ialah yang KAYA harta dan KAYA budi pekerti ditambah dengan keIMANan dan keTAQWAan kepada-NYA – Ruhen *

Gersang Bumi Tanpa Hujan, Gersang Minda Tanpa Ilmu,
Gersang Hati Tanpa Iman, Gersang Jiwa Tanpa Amal.

October 23, 2009

…bAHaNA fiTNaH…

Filed under: sOSiAL — rhn_BTHO @ 8:15 am
Tags:

Assalamu’alaikum warahamtullahi wabarakatuh… :)

Saya suka tips ini. Cukup baik. Malahan saya tercari-cari bagaimana nak mengurus diri bila datang fitnah.

Saya senaraikan semula nasihat sahabat ana kepada kita:
1. Defensif – buktikan !
2. Ofensif – serangbalas ( kenyataan ilmiah atau jahatnya fitnahkan kembali )
3. Pasif Ikut Keadaan – buat derk masa lemah dan ofensif bila mampu

Saya nak tambah satu lagi :> 4. Sabar  – serah pada Allah terus.

Yang saya maksudkan ialah SABAR KETIKA MENGHADAPI FITNAH SAHAJA. Bukan duduk diam jika diserang secara fizikal dan bukan buat tak tahu kalau berlaku kezaliman depan mata.

Saya telah menempuh fitnah sejak berumur belasan tahun lagi. Kemudian saya menempuh fitnah ketika belajar, bekerja dan dalam perniagaan. Yang paling mengerikan adalah fitnah semasa bekerja. Mereka tak takut balasan dunia dan akhirat agaknya.

Contoh kisah benar. Seorang ketua pejabat yang bernama Samdol, menggunakan teknik fitnah untuk mengorek berita. Samdol mendatangi Baba dan mengatakan bahawa si-Fulan telah memberitahunya bahawa Baba mengutuknya ( si-Samdol ). Maka melentinglah Baba, lalu Baba menceritakan buruk si-Fulan padanya. Lepas tu, Samdol datang pulak berjumpa si-Fulan, membawa bahan kutukan Baba padanya. Maka melentinglah si-Fulan dan berceritalah dia segala buruk Baba pada Samdol. Hasilnya, berita dapat dan 2 orang kenalan sepejabat jadi musuh untuk beberapa tahun.

Setelah itu, si-Samdol dengan segala bangganya menceritakan pada saya, kejayaan mendapatkan maklumat “berharga” melalui teknik handalannya yang belum pernah gagal di dalam masyarakat Melayu.

FITNAH 4 HALA:
1. KITA DIFITNAH ( kita jadi mangsa )
2. KITA DIKUNJUNGI JURU FITNAH
3. KITA MEMBAWA FITNAH ( percaya dan membuat keputusan darinya )
4. KITA MENYAMBUNG FITNAH ( percaya dan menceritakan pada yg lain )

SIAPA YANG PALING MALANG?
Kita yang menjadi mangsa fitnah dan terpaksa mendengar fitnah tidak berapa malang. Jika kita sabar, jika dapat pahala dan membersihkan dosa. Yang paling malang adalah JURU FITNAH, MEMBAWA FITNAH dan MENYAMBUNG FITNAH. Mereka bertiga bankrap di akhirat dan sangat lama dalam api neraka. Di dunia lagi pelbagai bala akan ditempuhi mereka jika mangsa adalah orang yang rapat dengan Tuhan.

CARA MENGELAK DARI DIFITNAH
1. Untuk mengelakkan diri kita dari menjadi bankrap akhirat dan mendapat sial di dunia, seharusnya kita mengelakkan perkumpulan yang ramai kaki fitnah.
2. Jika sampai juga siaran fitnah pada diri kita, PERIKSA TERLEBIH DAHULU. Jangan melulu. Sabar.
3. Elakkan lubok maksiat dan dari suasana yang Tuhan benci.
4. Meminta perlindungan Tuhan
> Membaca Doa Pagi dan Doa Petang
> Ayatul Kursi semasa keluar dan masuk rumah
> Ayat Tawakkal semasa keluar rumah
> Surah Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas sebanyak 3 kali sebelum tidur
5. Jangan jadi Juru Fitnah, Membawa Fitnah dan Menyambung Fitnah.

CARA MENGURUS JIKA DI-FITNAH
Telah dibentangkan oleh Radio Malaya. Dan tambahan saya serta pilihan saya pula adalah SABAR. Banyak berdoa pada Tuhan. Cari jalan keluar. Minta nasihat dari sahabat-sahabat yang baik amalnya dan ulama yang disukai. Fikir baik-baik.

* Bertambah kuat kepercayaan kepada agama, bertambah tinggi darjatnya di dalam pergaulan hidup, dan bertambah naik tingkahlaku dan akal budinya – Hamka *

* seelok-elok manusia ialah yang KAYA harta dan KAYA budi pekerti ditambah dengan keIMANan dan keTAQWAan kepada-NYA – Ruhen *

Gersang Bumi Tanpa Hujan, Gersang Minda Tanpa Ilmu,
Gersang Hati Tanpa Iman, Gersang Jiwa Tanpa Amal.

….sAKit, cArILaH uBAtNYa…

Filed under: hIdUP — rhn_BTHO @ 8:00 am
Tags:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaaatuh… :)

Petikan di ambil dari e-mel seorang rakan yang telah menghantar kepada ana. Memang bagus untuk dijadikan renungan. Bacalah dan hayatilah sepenuhnya.

Oleh: Al Ustadz Abdul Mu’thi Al Maidani

Tema ini masih berkaitan dengan perbahasan hadis Ibnu Abbasradhiallahu `anhuma yang lalu mengenai orang-orang yang masuk syurga tanpa hisab dan tanpa azab. Salah satu sifat mereka adalah bertawakal kepada Allah subhanahu wa ta’ala semata. Barangkali sebahagian muslimin beranggapan bahawa berubat akan mengikis kesempurnaan tauhid. Alasannya adalah kerana berubat merupakan penggunaan sesuatu sebab yang berlawanan dengan tawakal kepada Allah. Sehingga seorang yang bertawakal tidak perlu untuk berubat bila sakit. Jika Allah mahu menyembuhkanny, maka dia akan sembuh tanpa perlu berubat. Akan tetapi, benarkah mengambil sesuatu sebagai sebab berlawanan dengan tawakal kepada Allah? Marilah kita semak tulisan berikut ini.

Sesungguhnya Rasulullah shallallahu’ alaihi wasallam pernah mengutarakan masalah berubat, sebagaimana di dalam beberapa hadis. Di antaranya,

1. Dari Jabir Bin Abdullah radhiallahu’ anhu, bahawa Rasulullahshallallahu `alaihi wasallam bersabda,

Setiap penyakit pasti memiliki ubat. Bila sesuatu ubat bertepatan dengan penyakitnya maka dia akan sembuh dengan seizin Allah `azza wa jalla.” (HR. Muslim)

2. Dari Abu Hurairah radhiallahu’ anhu, bahawa Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda,

Tidaklah Allah menurunkan sesuatu penyakit melainkan menurunkan pula ubatnya.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

3. Dari Usamah bin Syarik radhiallahu’ anhu, bahawa beliau berkata,

“Aku pernah di sisi Rasulullah shallallahu’ alaihi wasallam lalu datanglah sekumpulan arab dusun. Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bolehkah kami berubat? .” Baginda menjawab, “Iya, wahai para hamba Allah berubatlah. Ini kerana Allah `azza wa jalla tidaklah meletakkan sesuatu penyakit melainkan meletakkan pula ubatnya, kecuali satu penyakit.” Mereka bertanya, ” Penyakit apakah itu? .” Baginda menjawab, “Penyakit ketuaan.” (HR. Ahmad, Al Bukhari dalam Al-Adabul Mufrod, Abu Dawud, Ibnu Majah dan At-Tirmidzi, beliau berkata bahawa hadis ini hasan sahih. Syaikhuna Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i mensahihkan hadis ini di dalam kitabnya Al-Jami’us Sahih mimma Laisa fish Sahihain4/486)

4. Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu’ anhu, bahawa Rasulullah shallallahu’ alaihi wasallam bersabda,

“Sesungguhnya Allah `azza wa jalla tidaklah menurunkan sesuatu penyakit melainkan menurunkan pula ubatnya. Ubat itu diketahui oleh orang yang boleh mengetahuinya dan tidak diketahui oleh orang yang tidak boleh mengetahuinya. ” (HR. AhmadIbnu Majah dan Al-Hakim, beliau mensahihkannya dan disepakati oleh Adz-Dzahabi. Juga Al-Bushiri mensahihkannya dalam kitab Zawaidnya. Lihat Takhrij Al-Arnauth atas Zadul Ma’ad 4/12-13)

Al Imam Ibnu al-Qayyim rahimahullah berkata, “Di dalam hadis-hadis yang sahih ini terdapat perintah untuk berubat dan ia tidak bertentangan dengan tawakal. Sebagaimana menolak penyakit yang berbentuk rasa lapar, haus, panas dan dingin dengan lawan-lawannya, ia tidak menghilangkan tawakal. Bahkan tidak sempurna hakikat tauhid kecuali dengan mengambil sebab yang Allah letakkan sebagai faktor yang akan melahirkan akibat, baik secara ketentuan takdir mahupun hukum syariat. Menolak sebab dapat merosakkan tawakal itu sendiri. Demikian pula dapat merosakkan dan melemahkan nilai perintah Allah dan hikmah-Nya. Sementara orang-orang yang menolak kerana mereka beranggapan bahawa yang demikian itu akan lebih menguatkan tawakal. Sedangkan menolak sebab merupakan sebuah kelemahan yang boleh menghilangkan tawakal. Ini kerana hakikat tawakal adalah seseorang itu menyandarkan hatinya kepada Allah di dalam mengambil manfaat dan menolak bahaya, baik pada agama mahupun dunianya. Penyandaraan hati ini mesti disertai dengan mengambil sebab. Jika tidak, maka dia akan menggugurkan hikmah Allah dan syari’at-Nya. Oleh kerana itu, janganlah seorang hamba menjadikan kelemahannya sebagai sikap bertawakal dan jangan pula dia menjadikan tawakalnya sebagai sebuah kelemahan.” (Lihat Zadul Ma’ad, cet. Maktabah Ar-Risalah 4/14)

Berubat merupakan perkara yang diperselisihkan hukumnya di kalangan para ulama. Tentunya perselisihan mereka berpunca daripada perbezaan di dalam memahami dalil-dalil yang datang pada bab ini. Terdapat tiga pendapat di kalangan para ulama dalam menentukan hukum berubat.

Pertama, menurut sebahagian ulama bahawa berubat diperbolehkan tetapi yang lebih utama tidak berubat. Ini merupakan mazhab yang masyhur daripada Al-Imam Ahmad rahimahullah.

Kedua, menurut sebahagian ulama bahawa berubat adalah perkara yang disunnahkan. Ini merupakan pendapat para ulama pengikut mazhab Syafi’irahimahumullah. Bahkan Imam An-Nawawi rahimahullah dalam kitabnya Syarh Sahih Muslim menisbahkan pendapat ini kepada mazhab majoriti salaf dan khalaf. Pendapat ini pula yang dipilih oleh Abul Muzhaffar. Beliau berkata, “Menurut mazhab Abu Hanifah bahawa berubat adalah perkara yang sangat ditekankan. Hukumnya hampir mendekati wajib.”

Ketiga, menurut sebahagian ulama bahawa berubat dan meninggalkannya sama saja, tidak ada yang lebih utama. Ini merupakan Mazhab Al-Imam Malik rahimahullah. Beliau berkata, “Berubat adalah perkara yang tidak mengapa demikian pula meninggalkannya. ” (lihat Fathul Majid halaman 88-89)

As-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah memiliki method yang cukup baik di dalam mempertemukan beberapa pendapat di atas. Beliau memperincikan hukum berubat kepada beberapa keadaan:

1. Bila diketahui atau diduga kuat bahawa berubat sangat bermanfaat dan meninggalkannya akan mengakibatkan kemudharatan, maka hukumnya wajib.

2. Bila diduga kuat bahawa berubat sangat bermanfaat namun meninggalkannya tidak mengakibatkan kemudharatan yang pasti, maka berubat lebih utama.

3. Bila dengan berubat, peluang sembuh dan mudharat memiliki kadar kemungkinan yang sama, maka meninggalkannya lebih utama, agar dia tidak melemparkan dirinya dalam kehancuran tanpa sedar.

(lihat Asy-Syarhul Mumti’ 2/437)

Salah satu sifat orang-orang yang masuk syurga tanpa hisab dan tanpa azab adalah bertawakal kepada Allah semata. Sifat ini bukan bererti mereka tidak menjalani sebab sama sekali. Ini kerana secara global menjalani sebab merupakan perkara fitrah dan tertanam secara spontan. Tidak seorang pun boleh terlepas daripada menjalani sebab. Bahkan bertawakal itu sendiri merupakan sebab yang paling terbesar, sebagaimana firman Allah ta’ala,

Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah nescaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (Ath-Thalaq: 3)

Dengan demikian mereka hanya meninggalkan perkara yang makruh walaupun mereka memerlukannya, dengan tetap bertawakal kepada Allah, seperti meminta diruqyah atau dikay. Mereka meninggalkan perbuatan ini kerana keadaannya sebagai sebab yang makruh. Terlebih lagi orang yang sakit, dia akan bergantung dengan apa sahaja yang dianggapnya sebagai sebab untuk sembuh meskipun dengan sarang labah-labah (yang sangat lemah).

Adapun mengambil sebab dan berubat dalam bentuk yang tidak mengandungi hukum makruh, maka ia tidak merosakkan tawakal. Oleh kerana itu meninggalkannya tidak disyariatkan, sebagaimana yang difahami daripada hadis-hadis yang telah kita senaraikan di atas. (LihatFathul Majid 87-88).

Mengambil sebab boleh menjadi perbuatan syirik dan boleh pula merupakan ibadah dan tauhid kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Menjadi syirik apabila orang yang menngambilnya menyandarkan hati kepadanya, merasa tenang dengannya, dan meyakini bahawa sebab itu sendiri yang dapat melahirkan akibat tanpa Allah subhanahu wa ta’ala. Dia berpaling daripada Zat Yang Menciptakan Sebab dan menjadikan perhatiannya hanya terbatas kepada sebab itu.

Sedangkan ia boleh menjadi tauhid dan ibadah bila dia menganggapnya hanya sebagai bentuk penunaian, pelaksanaan dan penegakan hak ibadah yang terdapat padanya. Lalu menempatkannya pada tempat yang sesuai. Maka mengambil sebab dengan cara yang seperti ini merupakan satu bentuk ibadah dan tauhid kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Ini kerana hal itu tidak memalingkannya daripada menghadapkan hati kepada Zat Pencipta sebab tersebut.

Seorang yang bertauhid dan bertawakal kepada Allah tetap mengambil sebab tetapi tidak menyandarkan hati, tenang, berharap, takut dan condong kepadanya. Hatinya hanya tertuju dan tergantung kepada Zat Pencipta Sebab subhanahu wa ta’ala. Namun bukan bererti dia menolak, menggugurkan dan mengabaikan untuk mengambil sebab.

Tawakal adalah salah, baik secara hukum syariat mahupun logik kecuali apabila ia digantungkan hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala semata. Tidak ada di alam nyata ini sebab yang sempurna dan dapat melahirkan akibat dengan sendirinya kecuali kehendak Allah subhanahu wa ta’ala.

Kehendak Allah merupakan sebab bagi segala sebab. Allah telah menjadikan padanya kekuatan yang akan memberi kesan. Tidak ada satu sebab pun yang boleh melahirkan akibat dengan sendirinya melainkan mesti disertai oleh sebab yang lain. Allah menjadikan bagi setiap sebab lawan-lawan dan perkara-perkara yang dapat menghalangnya. Hal ini tentunya berbeza dengan kehendak Allah subhanahu wa ta’ala. Kehendak-Nya tidak memerlukan sebab apapun selainnya. Tidak ada sebab apapun yang dapat melawan dan membatalkannya. Namun kadang-kala Allahsubhanahu wa ta’ala membatalkan hukum kehendak-Nya dengan kehendak-Nya. Dia menghendaki sesuatu perkara lalu menghendaki lawannya dan perkara yang menghalang terjadinya. Seluruhnya dengan kehendak dan pilihan Allah. Oleh kerana itu tawakal tidak dibenarkan kecuali hanya kepada-Nya. Demikian pula penyandaran diri, rasa takut, harapan, keinginan tidak ditujukan kecuali kepada-Nya. Nabi shallallahu `alaihi wa sallam bersabda,

Aku berlindung dengan redha-Mu daripada murka-Mu, dengan pemeliharaanmu daripada seksa-Mu. Dan dengan-Mu daripada-Mu.” (HR. Muslim dan Abu Daud)

Tidak ada tempat selamat dan berlindung dari Zat-Mu kecuali kepada Zat-Mu.” (HR. Muslim)

Apabila kita mengumpulkan antara bertauhid dan mengambil sebab, maka hati kita akan lurus dalam menuju Allah subhanahu wa ta’ala. Dengan demikian, jelaslah jalan besar yang dilalui oleh seluruh rasul, nabi dan pengikut mereka. Itulah jalan yang lurus iaitu jalan orang-orang yang Allah beri nikmat atas mereka. Semoga Allah selalu membimbing kita. (LihatMadarijus Salikin, cet Dar Ihyaut Turots Al-Arabi, 3/368-369)

Wallahu a’lam bishshawab…

* Bertambah kuat kepercayaan kepada agama, bertambah tinggi darjatnya di dalam pergaulan hidup, dan bertambah naik tingkahlaku dan akal budinya – Hamka *

* seelok-elok manusia ialah yang KAYA harta dan KAYA budi pekerti ditambah dengan keIMANan dan keTAQWAan kepada-NYA – Ruhen *

Gersang Bumi Tanpa Hujan, Gersang Minda Tanpa Ilmu,
Gersang Hati Tanpa Iman, Gersang Jiwa Tanpa Amal.

October 22, 2009

…bAHaNA… riAk’, bAKhiL & kiKiR…

Filed under: aMALaN — rhn_BTHO @ 7:26 pm
Tags:

Assalamu’alaikum warahmatullhi wabarakatuh… ;o ). dan salam sejahtera..

Riya’
Riya’ adalah berbuat kebaikan/ibadah dengan maksud pamer kepada manusia agar orang mengira dan memujinya sebagai orang yang baik atau gemar beribadah seperti shalat, puasa, sedekah, dan sebagainya.

Ciri-ciri riya:
“Orang yang riya berciri tiga, yakni apabila di hadapan orang dia giat tapi bila sendirian dia malas, dan selalu ingin mendapat pujian dalam segala urusan. Sedangkan orang munafik ada tiga tanda yakni apabila berbicara bohong, bila berjanji tidak ditepati, dan bila diamanati dia berkhianat.” (HR. Ibnu Babawih).

Orang yang riya’, maka amal perbuatannya sia-sia belaka.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia” [QS. Al-Baqarah: 264]

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, yang berbuat karena riya” [Al Maa’uun 4-6]

“Riya’ membuat amal sia-sia sebagaimana syirik.” (HR. Ar-Rabii’)

“Sesungguhnya riya’ adalah syirik yang kecil.” (HR. Ahmad dan Al Hakim)

Imam Al Ghazali mengumpamakan orang yang riya itu sebagai orang yang malas ketika dia hanya berdua saja dengan rajanya. Namun ketika ada budak sang raja hadir, baru dia bekerja dan berbuat baik untuk mendapat pujian dari budak-budak tersebut..

Nah orang yang riya juga begitu. Ketika hanya berdua dengan Allah Sang Raja Segala Raja, dia malas dan enggan beribadah. Tapi ketika ada manusia yang tak lebih dari hamba/budak Allah, maka dia jadi rajin shalat, bersedekah, dan sebagainya untuk mendapat pujian para budak. Adakah hal itu tidak menggelikan?

Agar terhindar dari riya, kita harus meniatkan segala amal kita untuk Allah ta’ala (Lillahi ta’ala).

Bakhil atau Kikir
Bakhil alias Kikir alias Pelit alias Medit adalah satu penyakit hati karena terlalu cinta pada harta sehingga tidak mau bersedekah.

“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Ali ‘Imran 180]

Padahal segala harta kita termasuk diri kita adalah milik Allah.. Saat kita lahir kita tidak punya apa-apa. Telanjang tanpa busana. Saat mati pun kita tidak membawa apa-apa kecuali beberapa helai kain yang segera membusuk bersama kita.

Sesungguhnya harta yang kita simpan itu bukan harta kita yang sejati. Saat kita mati tidak akan ada gunanya bagi kita. Begitu pula dengan harta yang kita pakai untuk hidup bermegah-megahan seperti beli mobil dan rumah mewah.

“Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup serta mendustakan pahala terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa” [Al Lail 8-11]

Yang justru jadi harta yang bermanfaat bagi kita di akhirat nanti adalah harta yang kita belanjakan di jalan Allah atau disedekahkan. Harta tersebut akan jadi pahala yang balasannya adalah istana surga yang luasnya seluas langit dan bumi.

“Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul- Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki- Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” [Al Hadiid 21]

* Bertambah kuat kepercayaan kepada agama, bertambah tinggi darjatnya di dalam pergaulan hidup, dan bertambah naik tingkahlaku dan akal budinya – Hamka *

* seelok-elok manusia ialah yang KAYA harta dan KAYA budi pekerti ditambah dengan keIMANan dan keTAQWAan kepada-NYA – Ruhen *

Gersang Bumi Tanpa Hujan, Gersang Minda Tanpa Ilmu,
Gersang Hati Tanpa Iman, Gersang Jiwa Tanpa Amal.

September 18, 2009

…[oUTput LeArNiNG] pOrTaL pENdiDikAN 1st iN MaLAYsiA…

Filed under: hIdUP — rhn_BTHO @ 11:25 am
Tags:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaaatuh… ;)

PROJEK 747…

potensi income rm30k kurang 3 bln…

REVOLUSI e-PENDIDIKAN..

berminat nk tahu lanjut.. sila call @ sms +6012-6643047 (r’MAN)..

SCORE A PROGRAMME / ZRB MILLIONAIRES CLUB / KENSHIDO

1. ZAMAN ICT / KONSEP SMART SCHOOL 2010
2. Cara Belajar :

  • INPUT – Belajar dgn GURU / SENDIRI (Baca, Dengar, Faham & Hafal)
  • OUTPUT – LSPIMS (Latihan Soalan Peperiksaan Ikut Masa Sebenar dengan menggunakan Buku Soalan & Buku Latihan)

3. Berapa banyak PELAJAR BELAJAR (INPUT)  itu PENTING TETAPI LEBIH PENTING LAGI dengan berapa banyak PELAJAR BUAT LATIH TUBI (OUTPUT) untuk UJI KEFAHAMAN mereka.
4. Saranan Dr. Shukri Abdullah (Pakar Strategi Belajar Malaysia) dan Cikgu Rokiah Alias (Pengetua Cemerlang Malaysia, Mantan Pengetua Kolej Tunku Kursiah) :

  • Banyakkan buat LATIH TUBI (LSPIMS) menjelang hampirnya EXAM
  • RAHSIA NUR AMALINA (17A) adalah STUDY SMART (Buat Latih Tubi yang BANYAK 3 Bulan sebelum EXAM terutama 6 TAHUN PAST YEAR PAPER).

5. PERBEZAAN S.A.P (Kaedah Online) vs Buku (Kaedah Tradisional) :

S.A.P

Buku

eNotes (Mind Map & Color) Kena Rujuk Buku Nota Berlainan
eDictionary (BI – BM – BC) Kena Rujuk Kamus Berlainan
Instant Marking (Pemeriksaan Serta Merta oleh Sistem) Bebanan kepada Ibu Bapa & Guru untuk memeriksa jawapan Pelajar
Countdown Timer (LSPIMS) Tiada Pemantauan Masa
Instant Result (Pemarkahan Serta Merta) Bergantung kepada Ibu Bapa & Guru untuk memberi pemarkahan
SMS Report Card (Laporan Prestasi Pelajar terus ke TELEFON BIMBIT Ibu @ Bapa pelajar) Tiada Pemantauan Prestasi
Online Report Card (Laporan TERPERINCI mengenai Kekuatan / Kelemahan Subjek, Topik, Masa & Corak Soalan yang dihadapi oleh Pelajar) Laporan & Buku Latihan pelajar boleh HILANG @ MUSNAH


WHY SCORE A?

1. TESTIMONI (Proven) dari 2002 – 2009 (7 Tahun)

2. PENGIKTIRAFAN – M.O.E, Dr. Shukri Abdullah & Cikgu Rokiah Alias

3. PAST YEAR PAPER – (1993 – Terkini). EKSKLUSIF dari M.O.E

  • RAHSIA Nur Amalina / Saranan Dr Shukri Abdullah

4. eRC :

  • SMS (1st in Malaysia)
  • ONLINE DETAIL (Pemantauan HEBAT Kekuatan / Kelemahan Subjek, Topik, Masa & Corak Soalan)

5. BOLEH GUNA “FREE” / BUAT $$$

Kata Hikmat Prof. Dr. Hamka

“Peluang yang besar itu datang secara TIBA-TIBA… datang TIDAK MENENTU MASA… datang disaat kita KESEMPITAN atau KESUSAHAN. Nilailah peluang itu dengan BIJAKSANA.

REBUTLAH peluang yang besar itu kerana peluang yang besar itu boleh berlalu dengan secara tiba-tiba. Jangan jadikan SERIBU ALASAN untuk tidak merebut peluang yang besar itu.”

http://www.scorea.com/eng/index.cfm

http://www.scorea.com/eng/foa/notice.htm

Maksud Hadis Nabi saw,

“Barangsiapa menghidupkan malam hari raya (dgn amalan) maka hatinya akan HIDUP di ketika hati-hati manusia lain MATI”

* Bertambah kuat kepercayaan kepada agama, bertambah tinggi darjatnya di dalam pergaulan hidup, dan bertambah naik tingkahlaku dan akal budinya – Hamka *

* seelok-elok manusia ialah yang KAYA harta dan KAYA budi pekerti ditambah dengan keIMANan dan keTAQWAan kepada-NYA – Ruhen *

Gersang Bumi Tanpa Hujan, Gersang Minda Tanpa Ilmu,
Gersang Hati Tanpa Iman, Gersang Jiwa Tanpa Amal.

…LaGU bUAt orG YG t’sYG…

Filed under: hIdUP — rhn_BTHO @ 8:54 am
Tags:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaaatuh… :)

Lagu ini ana tujukan khas untuk orang yang ana sayang yakni kekasih ana Nazira bt. Ismail. Semoga lagu ini memberi kata-kata semangat dan motivasi kepada beliau supaya lebih tabah dan cekal dalam mengharungi hidup yang  mencabar ini dan ana akan sentiasakan mendoakan kekasih ana akan menjadi kekasih kepada Allah juga. Tak kira dalam keadaaan senang ataupun susah. Jadi baca dan hayatilah setiap baris lirik lagu ini. Memang menarik untuk para-para isteri atau bakal isteri atau wanita atau gadis di luar sana.

Sama-samalah ambil ikhtibar untuk kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

Kasihku Abadi

Artist: In-Team
Song Category: Nasyid

Kamar hatiku, sekian lama
Suram dan sepi, kekosongan
Aku mencari insan sejati
Untuk menemani hidupku

Adam dan Hawa diciptakanNya
Disemai rasa kasih sayang
Agar bersemi ketenangan
Dan kedamaian di hati

Ku harap hanya keikhlasan
Dan ku rindukan keramahan
Aku inginkan kemesraan
Berkekalan berpanjangan

Mengasihimu, dikasihi
Menyayangimu, disayangi
Merindui dan dirindui
Saling mengerti di hati

Biar hilang kabus di wajahku
Biar tenang resah di dadaku
Terimalah serta kabulkan harapan ini
Oh Tuhan

Ku melafazkan kata penuh makna
Bersaksi Tuhan yang Maha Pemurah
Hidup mati jodoh pertemuan
Ditentu Allah yang Esa
Perkenankan hasrat di hatiku

Moga impian kan dirahmati
Dipertemukan serikandi
Susah dan senang sama harungi
Demi cinta yang hakiki
Oh…

Nur Kasih

Artist: In-Team
Song Category: Nasyid

Bagaikan permata di celahan kaca
Kerdipnya sukar tuk dibezakan
Kepada Mu Tuhan ku pasrah harapan
Moga tak tersalah pilihan

Nur kasih Mu mendamai di kalbu
Jernih setulus tadahan doaku
Rahmati daku dan permintaanku
Untuk bertemu di dalam restu

Kurniakan daku serikandi
Penyejuk di mata penawar di hati
Di dunia dialah penyeri
Di syurga menanti dia bidadari

Kekasih sejati teman yang berbudi
Kasihnya bukan keterpaksaan
Bukan jua kerana keduniaan/( dunia )
Mekar hidup disiram nur kasih

Ya Allah kurniakanlah kami isteri
Dan anak yang soleh
Sebagai penyejuk mata

(Mekar hidup ini disirami nur kasih)

Di tangan-Mu Tuhanku sandar impian
Penentu jodoh pertemuan
Seandai dirinya tercipta untukku
Rela ku menjadi miliknya

(Mekar disiram nur kasih)

Sekian terima kasih.

Wassalam.. :)

* Bertambah kuat kepercayaan kepada agama, bertambah tinggi darjatnya di dalam pergaulan hidup, dan bertambah naik tingkahlaku dan akal budinya – Hamka *

* seelok-elok manusia ialah yang KAYA harta dan KAYA budi pekerti ditambah dengan keIMANan dan keTAQWAan kepada-NYA – Ruhen *

Gersang Bumi Tanpa Hujan, Gersang Minda Tanpa Ilmu,
Gersang Hati Tanpa Iman, Gersang Jiwa Tanpa Amal.

Next Page »

Blog at WordPress.com.